Inilah Jenis-jenis Data Pribadi yang Harus Kamu Lindungi dari Hacker

Hacker data pribadi

Banyak sekali orang yang masih menyepelekan soal data pribadi, contohnya tanggal lahir. Padahal jika hal tersebut sudah dipegang atau diketahui oleh hacker, mereka dapat membobol seluruh data Anda termasuk hal penting, seperti kartu kredit dan lain-lainnya. Namun, sangat disayangkan masyarakat masih abai mengenai hal ini.

Anda harus tahu, bila hacker itu sangatlah pintar. Hanya bermodalkan tanggal lahir saja, sudah dapat mereka gunakan untuk mencari informasi tentang Anda. Jika sudah begitu, hal paling memungkinkan adalah para hacker ini akan menemukan info lain seperti alamat rumah, nomor ponsel, hingga media sosial serta yang berhubungan dengan keuangan.

Ada dua hal yang biasanya akan dilakukan seorang hacker, yakni :

  1. Mereka dapat membobol rekening atau e-wallet milikmu dan melakukan tindak penipuan dengan atas nama Anda.
  2. Mereka bisa saja menjual data pribadi Anda ke situs ilegal (darkweb).

Lalu apakah ada hal yang dapat dilakukan untuk mencegah data Anda diburu oleh hacker? Tentu saja ada, silahkan simak beberapa hal berikut ini :

Identitas pribadi

Identitas pribadi meliputi alamat, nama lengkap dan lain-lainnya yang biasanya terdapat pada kartu identitas. Penjahat cyber dapat menggunakan semua data tersebut untuk hal-hal negatif, misal membuat KTP palsu. Dimana nantikan akan dijual ke orang lain dan dijadikan sebagai modal mereka menipu atau yang paling sering terjadi adalah dipakai untuk meminjam uang pada pinjol.

Kemudian setelah disetujui dan uang sudah ditransfer, penipu ini akan menghilang serta tidak membayar tagihannya. Lalu siapa yang akan ditagih? Tentunya Anda, karena pihak pinjol memegang data Anda dan mereka tidak peduli siapapun yang melakukan pinjamannya.

Informasi Finansial

Menyangkut informasi nasabah, seperti data, nomor rekening, kartu kredit, asuransi, dan lain sebagainya. Apalagi jika mereka bisa mendapatkan akses ke pajak, aset, harta atau hal lain yang Anda miliki maupun perusahaan. Hacker akan semakin mudah melancarkan niat jahat mereka.

Apa yang bisa dilakukan oleh hacker dengan data-data tersebut? Banyak sekali tentunya, seperti blackmail, melakukan kejahatan carding atau memakai kartu kredit orang untuk keperluan pribadi, menjual informasi sebuah perusahaan kepada saingannya.

Catatan medis atau informasi kesehatan

Jika Anda bertanya-tanya, apakah data diri di instansi kesehatan pun dapat disalahgunakan? Bisa. Bukankah belum lama ini ada kejadian dimana ratusan data asuransi kesehatan milik warga Indonesia dijual secara ilegal. Ini saja telah membuktikan seberapa lemahnya keamanan bagi data pasien dan peserta asuransi.

Jika sudah seperti itu, apa saja yang bisa diambil oleh para hacker? Pastinya mengenai riwayat penyakit, segala informasi yang Anda miliki, transaksi atau pembelian obat-obatan bahkan mereka dapat melakukan klaim asuransi.

Informasi pendidikan

Siapa sangka jika data informasi pendidikan yang Anda dimiliki juga bisa dicolong oleh para hacker, seperti ijazah, transkrip nilai, biodata dan lain-lainnya. Tindak kejahatan yang sering terjadi seputar hal ini adalah mereka melakukan penipuan atas nama Anda dengan mengatakan jika butuh bantuan seputar keuangan, misalnya untuk SPP, berpura-pura sakit atau lain sebagainya.

Kartu pembayaran

Data berikut ini lebih spesifik dibanding data lain, karena berisikan mengenai informasi keuangan Anda. Bagi Anda pengguna kartu kredit ataupun debit, pasti tahu jika dibalik kartu yang Anda miliki tersebut terdapat 3 angka rahasia, disebut nomor CVV.

Nomor tersebut merupakan hal penting dan bersifat rahasia, karena 3 angka tersebut memiliki fungsi sebagai alat verifikasi ketika melakukan sebuah transaksi. Jadi, jaga jangan sampai nomor CVV diketahui oleh orang lain apalagi jika ketahuan oleh hacker.

Dimana jika sampai diketahui oleh seorang hacker, bisa-bisa kartu kredit Anda akan digasak atau digunakan hingga melebihi batas limit. Sering juga data kartu kredit dijual ke orang lain atau pengepul carding dengan harga jutaan rupiah.

User Credentials

Jika seorang hacker telah mendapatkan user credentials, yakni seperti user email serta password guna autentikasi. Hacker akan bisa membobol seluruh data pribadi Anda, dimana semua informasi tersebut akan digunakan oleh pelaku kejahatan cyber untuk menipu banyak orang. Seperti belanja online atau bisa juga berjualan online dengan niat menipu dan saat pembeli sudah mengirimkan uang, langsung ditinggalkan begitu saja.

Tips mencegah pembobolan data

Apa yang harus dilakukan guna menghindari terjadinya pembobolan data agar tidak salah gunakan oleh orang lain untuk hal-hal tidak baik :

Apabila ada berita mengenai sebuah situs atau forum yang Anda ikuti sudah dibobol, lakukanlah pengecekan apakah benar atau tidak. Anda bisa melakukan pengecekan tersebut melalui beberapa situs berikut :

  • Haveibeenpwned.com
  • Avast.com/hackcheck
  • Monitor.firefox.com

Jika memang berita tersebut benar, segera cek apakah data pribadi Anda juga salah satunya. Jika iya, cari tahu data apa yang diambil, misal data pribadi, kesehatan, pendidikan atau lainnya. Ini memiliki tujuan agar Anda dapat meminimalisir resiko yang nanti akan terjadi.

Ganti password Anda dan gunakan 2FA (2 Factor Authentication), buatlah kata sandi yang kuat, unik dan pastinya orang tidak akan kepikiran dengan password yang Anda pakai.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *